Kali
ini saya akan membahas beberapa kebiasaan di daerah tempat saya tinggal yang
mana kebiasaan tersebut telah bertentangan dengan norma-norma keislaman yang
mayoritas telah dianut oleh masyarakat kita ini dari jaman dahulu kala. Memang
suatu kebiasaan yang telah menjadi budaya dimasyarakat tidak akan begitu saja
dengan mudah dapat hilang dari tengah masyarakat tersebut karena budaya
tersebut telah melekat erat dengan kehidupan masyarakat yang telah melakukan
hal tersebut dalam tempo waktu yang sangat lama. Disini larangan yang penulis
maksud adalah tentang kebiasaan tidak memakai hijab bagi kaum Muslimah dan
menganggap berhijab itu untuk hal-hal yang bersifat keagamaan saja pada hal
perintah memakai hijab tersebut telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam kitab
suci Al-Qur’an bahkan dibeberapa ayat sekaligus, ini adalah ayat-ayat yang
memerintahkan kaum Muslimah untuk berhijab :
QS. Al-A’raf: 26, “Hai
anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup
auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling
baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah,
mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai
Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang
Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang
demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. AL-Ahzab: 33, “Dan
hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku
seperti orang-orang jahiliyah dulu.”
QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,
atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.
Dan dari fenomena kebiasaan masyarakat daerah
saya ini adalah satu hal lagi yang mengganjal pikiran saya tentang para
Muslimah yang tidak tahu cara memakai hijab dengan benar Cuma sekedar sebagai
fashion semata seperti pemakaian Jilbab Cuma di kepala saja dengan baju yang
ketat dan kalau saudari Muslimah mau berfikir secara Islami coba tanyakan
sendiri pada hati saudari semua apakah fungsi berhijab seperti ini :
=X
Gbr. 1
Padahal aturan memakai hijab tersebut telah dengan jelas diatur dalam
Al-Qur’an yaitu untuk menutupi tubuh bukan untuk membungkus tubuh ya Ahwat
sekalian. Dan mungkin untuk cara memakai hijab tersebut para Ahwat sekalian
pasti lebih tau dari pada penulis, meski demikian penulis berikan sedkit
referensi ni cara tentang contoh hijab yang benar seperti dibawah ini :

Gbr
: 2
Dan dibawah ini bedanya hijab yang menutup aurat dan yang
Cuma membalut aurat atau hijab yang masih salah atau tidak sesuai syariat Islam
:

Gbr.
3
Dari
gambaran diatas pasti kita semua sangat menyadari kesalahan yang terjadi di Masyarakat kita selama ini, akan
tetapi seperti yang penulis utarakan diawal artikel ini kebiasaan yang telah
sekian lama dilakukan masyarakat sangat susah sekali untuk diubah atau
dihilangkan hal tersebut tentu saja membutuhkan proses dan waktu. Tetapi dengan
keinginan untuk mempelajari lagi memngenai agama kita pasti kita sendiri akan memahami
kebaikan tentang aturan Allah SWT tersebut. Dan juga penulis menyadari bukan
hanya didaerah ini saja fenomena kesalahan berhijab tersebut terjadi tetapi hampir
diseluruh wilayah di Indonesia ini mengalamai hal tersebut dan jalan keluar
satu-satunya yaitu dengan memperdalam lagi Ilmu kita tentang Agama Kita Islam
yang tercinta ini, janganlah kita berfikir belajar Ilmu agama Cuma sampai pada
tingkat smp atau sma saja karena Ilmu mengenai Islam itu sangat luas dan sangar
perlu sekali untuk kita pahami karena jika kita tanyakan pada hati kita yang
paling dalam mengenai tujuan kita yang sebenarnya tentu saja kita akan
mendapatkan jawaban yaitu “Ingin memperoleh kebahagian yang
sesungguhnya” dan kebahagian yang sesungguhnya tersebut tidak lain dan
tidak bukan adalah Jannah atau Syirganya Allah SWT.