Tahun 2017 adalah tahun yang penuh semangat bagi
para pejuang CPNS diseluruh Nusantara karena pada tahun ini dibuka penerimaan
CPNS secara besar-besaran dihampir seluruh wilayah di Indonesia dan salah satu
Kementrian yang membuka Lowongan CPNS yang banyak membutuhkan pegawai yaitu
Kementrian Hukum dan HAM untuk Formasi POLSUSPAS (polisi khusus pemasyarakatan)
dan Analisis Imigrasi Pertama. Sebagaiaman para pejuang Cpns lainnya saya juga
merasa sangat antusias untuk mengikuti seleksi cpns tahun ini dan pada
periode pertama yang duluan dibuka
adalah peneriman cpns di dua kementerian yaitu Kementrian Hukum dan HAM dan
Mahkamah Agung. Saya memilih formasi yang diselenggarakan oleh kementrian Hukum
dan HAM karena ini adalah formasi Umum dan jumlah kuota yang diterima luamayan
besar yaitu sekitar 14.000 Cpns diseluruh indonesia dan 1.360 cpns diwilayah
Sumatera Utara khusus bagi formasi POLSUSPAS (Polisi Khusus Pemasyarakatan).
Tahap seleksi Cpns ini terbilang rumit bagian
sebagian pelamar yang kurang familiar dengan jaringan komputer dan internet
karena tahap awalnya yaitu mendaftar di website sscn.bkn.fo.id dan mengupload
berkas lamaran yang diminta oleh situs tersebut kemudian mengirimkan berkas
lamaran langsung ke PO BOX kantor wilayah yang dicantumkan oleh situs CPNS
tersebut. Sebelum melakukan pengiriman berkas dan daftar di situs SSCN tersebut
ada baiknya kita membaca dengan teliti persyaratan-persyaratan yang terdapat
pada pengumuman awal disitus cpns tesebut karena dari pengalaman saya ada sebagian teman yang
tidak terlebih dahulu membaca aturan yang menyangkut kondisi fisik yaitu “tidak
bertato dan bertindik” akhirnya di digugurkan di akhir ujian walaupun nilainya
sangat tinggi.
Saya melamar cpns di kemenkumham tersebut pada bulan
Agustus 2017 beberapa hari setelah pembukaan resmi pelemaran cpns Kemenkumham
di Sumatera Utara, yang pertama saya lakukan adalah mencari informasi mengenai
tata cara melakukan pelamaran secara online dan setelah saya mengerti mengenai
caranya saya langsung melakukan pendaftaran di situs sscn.bkn.go.id
yaitu syarat pertama yang kita lakukan adalah melakukan pendaftaran pada
websute tersebut kemudian mengisi beberapa biodata yang diminta, memilih
formasi yang sesuai dengan pendidikan dan setelah selesai memilih formasi kita
akan diarahkan pada formulir pendaftaran kemudian diprint dan dicantumkan pada
berkas lamaran lansung nantinya. Setelah semua proses pelamaran secara Online
selesai kemudian tahap selanjutnya yaitu melakukan pengiriman berkas lamaran
lansgung ke kantor wilayah Kementrian Hukum dan HAM masing-masing provinsi yang
kita tuju melalui jasa Pos dan selanjutnya tinggal menunggu pengumuman
penerimaan berkas secara online melalui website kemenkumham.go.id.
Setelah menunggu hampir satu bulan maka keluarlah
pengumuman yang selama ini saya nantikan siang dan malam bahkan terbawa kedalam
mimpi asyik, pengummuman tersebut dikeluarkan oleh situs masing-masing
kementrian tempat kita melamar cpns tersebut pada hal ini kementriannya adalah
kemenkumham.go.id kemudian langsung saya download file pengumamannya yang
berformat PDF dan disitu tertera jumlah pelamar yang diterima berkasnya yaitu
sekitar 36.000 orang dari 1.360 yang dibutuhkan wow amazing bangetkan termasuklah
disitu nama saya sendiri, jadi yang terlintas dipikiran saya saat itu pastilah
satu lawan 1000 orang atau saya harus menyingkirkan seribu orang lainnya pada
awalnya sih saya juga merasa mustahil atau hidup segan mati tak mau juga hehe,
tapi karena saya sudah terlanjur melakukan start untuk berjuang maka tanpa
pikir panjang lagi saya putuskan untuk terus maju bertarung pada seleksi cpns
tersebut walaupun dengan begitu banyaknya tantangan dan cibiran untuk saya tapi
saya tetap semangat dan memotivasi diri saya sendiri karena kata Naruto uzumaki
“jangan pernah menyerah sebelum berjuang” dan
kata-kata tersebut lumayan memotivasi saya selain motivasi dari keluarga dan
orang-orang yang saya sayang juga tentunya.
Setelah satu sekitar seminggu kemudian kami
dipanggil untuk melakukan verifikasi berkas asli dan pengukuran tinggi badan di
Kodam 1 Bukit barisan Medan dan beberapa hari setelahnya dilakukan pemanggilan
tahap kedua yaitu untuk mengikuti ujian SKD (seleksi kompetensi dasar) yang
dilakukan dengan system CAT (Computer assited Test) kami mengukiti Cat ini dikantor
BKN regional IV daerah Pinang Baris kota Medan saya dapat jadwal ujian sesi
pertama pada pagi hari yaitu sekitar jam 8 pagi pada ujian ini kita akan
menyelesaikan 100 soal dengan waktu 90 menit dengan materi soal yang
berbeda-beda, sebelum melakukan ujian diadakan pelatihan singkat mengenai tatacara
pengerjaan ujian computer tersebut dengan singkat dan kilat pastinya tapi jangan khawatir caranya mudah kok apalagi bagi
saya yang memang jurusan Ilmu komputer pastilah udah makanan sehari-hari wih
Songong J.
Pada ujian Komputer ini materi soalnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu PPKN,
Matematika dan Psikotes yang dari tingkat kesulitannya saya rasa tidak terlalu
sulit dan untuk trik menjawab dan materinya akan saya share pada lain
kesempatan InsyaAllah. Pada ujian ini berlakukan system score yaitu minimal
kita harus dapat total score 298(passing grade) (TIU, TWK, TKB) Test intelejensi
umum (tiu)=80, test wawasan kebangsaan(TWK)=75 dan minimal 143 untuk tes
karakteristik pribadi (TKB). Jadi kita harus diatas score minimal tersebut
untuk setiap materinya dan saya Alhamdulillah mendapat score diatas passing
grade yaitu 337. Setelah tahap ini maka kita akan diadakan system perengkingan
jadi kia harus masuk 3x formasi yang dibutuhkan agar dapat lolos ketahap
selanjutnya dan akan diumumkan beberapa hari kedepan. Dan karena jadwal yang
lumayan lama saya putuskan untuk pulang ketempat saya masih bekerja saat itu
yaitu kota Bukittinggi.
Setelah penantian yang panjang dan pengumuman yang
membuat lelah hati hayatipun keluar juga jumlah lolos ketahapan seleksi
selanjutnya yaitu sekitar 4.000 orang termasuk saya sendiri pastinya. Untuk seleksi
tahap ke-3 ini yaitu Ujian Fisik atau Kesamaptaan yang berlangsung di Kodam 1
Bukit Barisan Medan dan saya sendiri telah mempersiapkan diri dengan
latihan-latihan yang berat setelah ujian Komputer tersebut karena keyakinan
yang kuat dalam hati bahwa saya akan lolos ketahap berikutnya. Materi untuk
ujian Fisik/samapta ini yaitu tidak hamper sama dengan materi yang diterapkan
untuk seleksi militer lainnya sperti Polisi dan TNI perbedaannya Cuma pada test
renang yang diterapkan pada polisi dan TNI sedangkan untuk Polsuspas tidak ada
materi tersebut. Materi ujiannya samapta terdiri dari Lari 12 menit, Push Up 1
menit, Sit Up 1 menit, Pull Up 1 menit, dan Suttle Run. Disini kita harus memperoleh nilai
setinnggi mungkin demi menjaga kans lolos jadi pns dan dapat bersaing dengan
ribuan pejuang cpns lainnya jadi harus ada persiapan yang matang untuk
memperoleh nilai yang tinggi pada ujian ini. Pada Push Up kita harus memperoleh
minimal 35 gerakan Push up sempurna selama 1 menit, 40 untuk sit up, 10 untuk
pull up, 20 detik untuk lari suttle run dan minimal 5 kai lapangan bola untuk
lari 12 menit. Pada tahapan seleksi ini saya memperoleh nilai seperti berikut
ini untuk push up saya mencatatkan 41 push up / 1 menit, 55 sit up 1 menit, 9
pull up/ 1 menit, 18 detik untuk 3X putaran suttle run dan 5X lapangan Kodam 5
X 446M untuk lari 12 menit. Nilai tersebut sudah cukup untuk memperoleh
predikat “BAIK” dalam tahap seleksi samapta ini dan saya dipastikan ikut untuk
seleksi selanjutnya. Jarak antara seleksi ke3 dan ke-4 pun terbilang cukup lama
jadi demi menghemat biaya dan tingkat kebosanan saya dalam menunggu ujian
tersebut saya putuskan kembali untuk bolak-balik Medan-Bukittinggi agar saya
tidak terlalu bosan dan dapat ber aktivits seperti bias guna menjaga kebugaran
fisik dan mental untuk menghadapi seleksi selanjutnya.
Setelah sekitar dua minggu menunggu akhirnya
keluarlah jadwal ujian terakhir dalam rangkaian seleksi Ujian Kemenkumham RI
2017, ijian terkahir ini yaitu ujian PFK (pengamatan fisik dan keterampilan)
pada tahap ini terdiri dari 2 materi ujian yang pertama yaitu Pengamatan fisik
disini yang diseleksi adalah mengenai bekas tato atau tindik jikat terdapat dua
hal itu maka perjuangan kita yang sangat melelahkan selama ini akan sia-sia dan
say goodbye aja pada angan-angan anda untuk segera menemui calon mertua J . yang kedua
yaitu Wawancara yang dilakukan oleh panselnas dikantor wilayah masing-masing
dan untuk tes saya diadakan di kanwil Kemenkumham Wilayah Medan, tes interview
ini tidak ribet dan bertele-tele kok sob seperti saaat kalian PDKT dengan
gebetan kalian dan untuk saya waktu itu Cuma ditanya 5 hal mengenai jabatan
yang saya lamar dan sumpah tidak akan ditanya “kapan Nikah sob”. Setelah pertanyaan tersebut kemudia kalian akan
diatanya mengenai apa saja keterampilan kalian yang berkaitan dengan formasi
yang dilamar untuk saya Polsuspas pastinya diutamakan keterampilan yang
berhubungan dengan beladiri/fisik bukan jago Gombalin cewek ya sob. Karena saya
pernah menjadi anggota INKAI (institute karate do indonesia) pada saat di SMKN
2 PSP maka saya masih ingat beberapa gerakannya walaupun masih agak asal-asalan
yang penting PD ajadeh sob J.
Dan setelah tahapan ini selesai maka legalah hati hayati bg J, tinggal menunggu hari yang sangat meneganggkan
yaitu pengumumuman kelulusan secara Online sekitar seminggu kemudian jadi dalam
waktu penantian ini saya harus melobi sang pencipta dengan Sholat Tahjjud dan
dhuha juga, soalnya melobi panitia gak ada yang kenal, modal juga gak ada jadi
mintak sama bekingan yang super kuat aja yaitu ALLAH SWT J.
Demikian pengalaman singkat saya mengenai seleksi
ujian CPNS pada Kementrian Hukum dan HAM RI tahun 2017 dengan formsi POLSUSPAS (POLISI
KHUSUS PEMASYARAKATAN) yang Alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang
memuaskan tanpa ada keluar biasa sepeserpun untuk panitia kecuali transport dan
kebutuhan pribadi, semoga menjadi indfirasi bagi teman-teman semua yang ingin
menjadi pejuang CPNS berikutnya. Jika anda yakin maka InsyaAllah dengan latihan
dan kerja keras tidak aka nada hal yang tidak mungkin. Selalu merendah dan
meminta pertolongan hanya kepada sang pencipta. Untuk trik dan tips latihannya
InsyaAllah akan saya Share dilain kesempatan.


































